Mereka adalah sahabatku, aku deket sama mereka udah sejak tahun 2010, ya walaupun baru jalan 4tahun tapi pengalaman bareng mereka itu udah banyak banget, dari yang senang-senang hingga konflik yang mungkin cukup beribet, tapi semua itu hampir nggak ada yang selalu dipermasalahkan, bagi kita saling percaya itu cukup, walaupun banyak hal pribadi yang sangat rahasia tapi kita nggak pernah kepo, meski nanya "kenapa? ada apa? dsb" kalo mau cerita ya kita siap dengerin, kalo memang nggak ya kita cukup nyemangatin aja, banyak hal yang nggak bisa terlupa, sekarang kita semakin dewasa, dan semua itu terjadi begitu cepat, dulu kita punya geng, namanya "say", dikatakan kompak iya, tapi geng itu nggak berlangsung lama, ku akui banyak hal yang bersejarah banget, dari situ aku tau kekompakan saling dukung dan lainnya yang bisa jadi pelajaran hidup. meskipun bubar tapi nggak membuat aku silva mita ikutan bubar, bertiga menjalin persahabatan, kadang ada masalah yang mungkin berkaitan salah satu dari kita tapi kita berusaha untuk nggak dipermasalahkan, aku sendiri bangga sangat bangga punya sahabat seperti mereka ya dari mereka aku tau arti persahabatan yang sebenarnya, aku cuma berharap walaupun suatu saar nanti kita bakalan pisah tapi kenanglah semuanya yang kita alami, jangan pernah ada kata "mantan sahabat", kita bisa berjauh-jauhan tapi bila hati itu tulus aku yakin selamanya kita akan terasa dekat, tidak ada seorangpun yang bisa gantiin kalian, semua orang punya karakter dan sifat yang berbeda, dan aku yakin kalian cuma satu didunia. kenanglah walaupun hanya sekejap, semoga kalian nggak akan berubah:)
Ini hanya opini belaka cerita fiksi yang terkadang bisa terjadi didunia nyata, selamat membaca :)
Senin, 28 Januari 2013
Selasa, 04 Desember 2012
-,-
Nggak ngerti kenapa aku jadi galau lagi, nggak tau juga kenapa aku galau, nggak tau juga apa penyebabnya, tiap hari pikiran kemana-mana, mikirin orang yang sebenernya nggak penting, tapi kenapa dia kayak berharga banget buat aku, padahal dia nggak pernah tuh namanya peduli sama aku, ya sih dulu waktu deket peduli banget sama aku, tapi semenjak gosip itu, ancur deh semua, kesel banget pengen marahmarah tapi nggak ada guna, terus aku harus gimana? gini salah gitu salah, mana aku udah kelas 9 yang harusnya mikir ujian, eh ini malah mikirin hal yang nggak penting, apa aku "cemburu" tapi untuk apa coba toh dia bukan siapasiapaku dan mungkin nggak akan pernah jadi siapasiapaku, pengen curhat tapi sama siapa? temen sekolah? pada sibuk sama belajar dan mereka juga ada urusan sendiri, temen rumah? kita jarang ketemu, dan yang pasti aku malu kalo harus cerita yang nggak penting gini.. Tuhan kenapa harus terjadi lagi, aku nggak mau galau galau terus, capek banget harus galau dan yang aku galauin itupun nggak ada pentingnya, bantu aku Tuhan bantu ajarin aku ikhlas sama apa yang udah terjadi, bantu aku biar aku jadi wanita yang tegar sama semua ini, aku janji nggak mau galau lagi tapi tanpa ridhoMu aku nggak mungkin bisa untuk nggak galau lagi, aku udah niat kok aku juga bakalan usaha, mungkin semua ini emang harus aku sendiri yang nanggung, aku nggak boleh ajak tementemenku galau, mereka harus tau kalo aku nggak ada masalah, aku nggak mau ngerepotin siapasiapa, tegur aku juga Tuhan bila aku salah, pokoknya harus bisa dan aku pasti bisa, mungkin untuk sekarang aku cuma bisa nyemangatin diriku sendiri karena aku sadar kalo mereka nggak pernah ngerti aku, tapi aku nggak papa aku nggak mau balas kejahatan dengan kejahatan, biar yang diatas aja yang balas semua perbuatan. aku maafin semua kesalahan mereka ke aku, nggak ada rasa "benci" ataupun "dendam" kemereka, Aku sabar menghadapi kesulitan ini aku ingin menjadi wanita yang ikhlas dan bisa adil sama semuanya :))
Rabu, 03 Oktober 2012
Cara Move-On
Putus cinta bukan hal mudah untuk diterima, apalagi jika Anda telah lama berhubungan dengan mantan kekasih ataupun gebetan. Meski telah disakiti atau diPHPin, mungkin Anda tetap merasa dia orang terbaik yang pernah Anda temui. Namun, hati-hati dengan perasaan tersebut. Itu tanda buruk bahwa Anda terobsesi dengan mantan kekasih atau mantan gebetan.
Ketika Anda putus hubungan dengan kekasih atau gebetan karena dia berbuat buruk pada Anda, berhentilah untuk mengenang masa-masa indah bersamanya. Perasaan menyangkal tersebut, membuat Anda sulit move on. Ini cara untuk membantu Anda agar dapat meneruskan hidup, tanpa bayang-bayang masa lalu:
1. Menerima Kenyataan
Anda bisa memulai dengan menerima apa yang telah terjadi. Memang gampang diucapkan dibanding melakukannya. Tapi siapapun yang menyarankan orang yang patah hati untuk bisa menerima kenyataan, karena itulah yang bisa dilakukan agar bisa melanjutkan hidup. Memang membutuhkan waktu untuk bisa menerima. Ketika masa seperti ini, Anda boleh bersedih dan marah, tapi ingat jangan terlalu lama. Tetapkan waktu kapan Anda akan bangkit, misalkan Anda butuh waktu seminggu atau dua minggu untuk berkabung tapi setelah itu Anda harus berusaha move on. Setelah waktu yang ditetapkan, Anda harus merencanakan hidup baru Anda.
2. Hilangkan Perasaan Bersalah
Bebaskan diri dari perasaan bersalah dan menyesal setelah putus. 'Kalau saja aku bisa lebih perhatian, mungkin dia tidak selingkuh atau pergi' apapun itu, jangan menyalahkan diri sendiri. Anda harus menerima kenyataan bahwa dia salah dan hubungan yang buruk tidak akan pernah berhasil.
3. Singkirkan Hal-hal yang Bisa Mengingatkannya
Cara untuk move on adalah dengan tidak mengingat-ingat tentang si dia. Untuk itu singkirkan barang-barang yang akan membuat Anda semakin mengingatnya. Kumpulkan barang-barang tentang si dia dan simpan di tempat yang tidak terlihat dan sulit dijangkau. Begitupula dengan akun media sosialnya, jika Anda tidak tahan melihat setiap tweetnya di Twitter atau wallnya di Facebook, Anda boleh menghapusnya sebagai teman.
4. Fokus Pada Diri Sendiri
Menjadi jomblo pasca putus cinta merupakan waktu yang tepat untuk 'merapikan' diri sendiri. Luangkan waktu untuk mencari tahu apa yang Anda inginkan, apa yang ingin dikejar dan membangun minat pada suatu hal. Dengan fokus pada diri sendiri, Anda akan mendapatkan identitas kembali.
5. Mencari Rutinitas Baru
Selain membuat Anda lebih sibuk, rutinitas baru dapat menyegarkan pikiran Anda. Anda bisa mencoba mendaftarkan diri di organisasi-organisasi yang menarik menurut Anda. Cara ini bisa membuat Anda lupa dengan mantan kekasih ataupun mantan gebetan.
terimakasih semoga bermanfaat..
sumber : http://wolipop.detik.com
Ketika Anda putus hubungan dengan kekasih atau gebetan karena dia berbuat buruk pada Anda, berhentilah untuk mengenang masa-masa indah bersamanya. Perasaan menyangkal tersebut, membuat Anda sulit move on. Ini cara untuk membantu Anda agar dapat meneruskan hidup, tanpa bayang-bayang masa lalu:
1. Menerima Kenyataan
Anda bisa memulai dengan menerima apa yang telah terjadi. Memang gampang diucapkan dibanding melakukannya. Tapi siapapun yang menyarankan orang yang patah hati untuk bisa menerima kenyataan, karena itulah yang bisa dilakukan agar bisa melanjutkan hidup. Memang membutuhkan waktu untuk bisa menerima. Ketika masa seperti ini, Anda boleh bersedih dan marah, tapi ingat jangan terlalu lama. Tetapkan waktu kapan Anda akan bangkit, misalkan Anda butuh waktu seminggu atau dua minggu untuk berkabung tapi setelah itu Anda harus berusaha move on. Setelah waktu yang ditetapkan, Anda harus merencanakan hidup baru Anda.
2. Hilangkan Perasaan Bersalah
Bebaskan diri dari perasaan bersalah dan menyesal setelah putus. 'Kalau saja aku bisa lebih perhatian, mungkin dia tidak selingkuh atau pergi' apapun itu, jangan menyalahkan diri sendiri. Anda harus menerima kenyataan bahwa dia salah dan hubungan yang buruk tidak akan pernah berhasil.
3. Singkirkan Hal-hal yang Bisa Mengingatkannya
Cara untuk move on adalah dengan tidak mengingat-ingat tentang si dia. Untuk itu singkirkan barang-barang yang akan membuat Anda semakin mengingatnya. Kumpulkan barang-barang tentang si dia dan simpan di tempat yang tidak terlihat dan sulit dijangkau. Begitupula dengan akun media sosialnya, jika Anda tidak tahan melihat setiap tweetnya di Twitter atau wallnya di Facebook, Anda boleh menghapusnya sebagai teman.
4. Fokus Pada Diri Sendiri
Menjadi jomblo pasca putus cinta merupakan waktu yang tepat untuk 'merapikan' diri sendiri. Luangkan waktu untuk mencari tahu apa yang Anda inginkan, apa yang ingin dikejar dan membangun minat pada suatu hal. Dengan fokus pada diri sendiri, Anda akan mendapatkan identitas kembali.
5. Mencari Rutinitas Baru
Selain membuat Anda lebih sibuk, rutinitas baru dapat menyegarkan pikiran Anda. Anda bisa mencoba mendaftarkan diri di organisasi-organisasi yang menarik menurut Anda. Cara ini bisa membuat Anda lupa dengan mantan kekasih ataupun mantan gebetan.
terimakasih semoga bermanfaat..
sumber : http://wolipop.detik.com
Selasa, 02 Oktober 2012
┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌
dari gambar pasti kalian sudah pada tau, aku akan bahas tentang cinta-cintaan, maklum remaja:)
ceritanya itu "dulu" aku pernah "ada rasa" sama seseorang, waktu itu dia cuek abis sama aku, tiap ketemu nggak ada tuh namanya "menyapa", boroboro mau nyapa, "ngobrol" saja dulu tak pernah.
Tau jugakan aku anak cewek nggak mungkin memulai duluan, tapi lama kelamaan bosen juga kalau gitu-gitu saja, daaaaaannn akhirnya aku "suka" sama orang lain, dengan begitu aku bisa lupain cowok itu, arti kata "lupa" bukan berarti aku nggak ingat sama dia, meski udah berjauh-jauhan, tapi aku masih suka iseng buka profil facebooknya loh. Waktu udah nggak ada harapan buat nungguin dia akhirnya aku fokus sama orang ke II, berjalan cukup lama meski nggak ada setaun, tapi semenjak itu dia malah suka nge-like foto dan status difacebookku, pernah wall-wallan juga, tapi waktu itu perasaanku "netral" banget, nggak tau juga kenapa, emang sih aku udah terlanjur buang perasaan itu, tapikan biasanya malah ada rasa senang setidaknya sedikit aja, tapi ini nggak ada sama sekali oh no! emang sih dia sempat bikin aku "kecewa" tapi aku nggak marah ataupun sedih ke dia, aku cuma sabar ke dia, berusaha buat lupain semuanya, berhasil? iya dulu sih berhasil, tapi sekarang? yap bulan september ini aku dipertemukan kembali dengannya, seneng? awalnya biasa aja, tapi nggak tau kenapa lama-lama perasaan ini berubah kayak dulu lagi, dimana dia yang sekarang malah "ndeketin" aku, dia juga sekarang suka "curi-curi pandang" ke aku dan yang terakhir dia "gombalin" aku, WAW ya, kaget banget waktu dia berubah, gara-gara itu aku jadi semangat banget buat ke sekolah, jadi sering buka internet buat mantau dia, tapi sayangnya dia udah ada "pacar", well gara-gara itu aku harus bisa buat "biasa" ke dia, nggak boleh berlebihan, anggep aja semua itu cuma "bercandaan" gaya lama, haha..
Susah ya jadi aku, suka sama ini itu selalu terhalang, tapi nggak papa aku yakin semua ada manfaat dan hikmahnya. biarkan waktu terus berjalan semaunya..
ceritanya itu "dulu" aku pernah "ada rasa" sama seseorang, waktu itu dia cuek abis sama aku, tiap ketemu nggak ada tuh namanya "menyapa", boroboro mau nyapa, "ngobrol" saja dulu tak pernah.
Tau jugakan aku anak cewek nggak mungkin memulai duluan, tapi lama kelamaan bosen juga kalau gitu-gitu saja, daaaaaannn akhirnya aku "suka" sama orang lain, dengan begitu aku bisa lupain cowok itu, arti kata "lupa" bukan berarti aku nggak ingat sama dia, meski udah berjauh-jauhan, tapi aku masih suka iseng buka profil facebooknya loh. Waktu udah nggak ada harapan buat nungguin dia akhirnya aku fokus sama orang ke II, berjalan cukup lama meski nggak ada setaun, tapi semenjak itu dia malah suka nge-like foto dan status difacebookku, pernah wall-wallan juga, tapi waktu itu perasaanku "netral" banget, nggak tau juga kenapa, emang sih aku udah terlanjur buang perasaan itu, tapikan biasanya malah ada rasa senang setidaknya sedikit aja, tapi ini nggak ada sama sekali oh no! emang sih dia sempat bikin aku "kecewa" tapi aku nggak marah ataupun sedih ke dia, aku cuma sabar ke dia, berusaha buat lupain semuanya, berhasil? iya dulu sih berhasil, tapi sekarang? yap bulan september ini aku dipertemukan kembali dengannya, seneng? awalnya biasa aja, tapi nggak tau kenapa lama-lama perasaan ini berubah kayak dulu lagi, dimana dia yang sekarang malah "ndeketin" aku, dia juga sekarang suka "curi-curi pandang" ke aku dan yang terakhir dia "gombalin" aku, WAW ya, kaget banget waktu dia berubah, gara-gara itu aku jadi semangat banget buat ke sekolah, jadi sering buka internet buat mantau dia, tapi sayangnya dia udah ada "pacar", well gara-gara itu aku harus bisa buat "biasa" ke dia, nggak boleh berlebihan, anggep aja semua itu cuma "bercandaan" gaya lama, haha..
Susah ya jadi aku, suka sama ini itu selalu terhalang, tapi nggak papa aku yakin semua ada manfaat dan hikmahnya. biarkan waktu terus berjalan semaunya..
Sabtu, 29 September 2012
PMR oh PMR
udah seminggu ini diminta bantuan buat jadi PMR sama anak-anak tonti, seminggu ini juga anak-anak PMR menguji kesabaranku, baru hari pertama kerja keluhan sudah datang, hari ke dua dan ketiga keluhan itu selalu datang, akhirnya aku terpaksa mengubah kelompok-kelompoknya lagi meski aku yang bicara agak bawa emosi, tapi itu juga buat mereka, setelah aku rubah kelompoknya hari ke empat aku masih dapat keluhan tapi alhamdulillahnya mereka masih bisa sabar, ehh malah hari ke lima dan ke enamnya malah dapat laporan dari anak kelas 8
bilang "mbak, itu loh mbak ***** malah ke UKS ngajak bercanda anak-anak yang cowok" astagfirullah, apa itu sikap anak kelas 9? buat contohin kekelas 8, apa dia itu nggak sadar dulu bilang si A itu giniginigini si B itu giniginigini, eh dia malah menjilat omongannya sendiri, oke biar aku nggak emosi aku pergi lihat tingkah ***** balik ke multimedia meredam emosi, dimultimedia aku cuma diem nggak tau aku harus gimana, kenapa mereka bisa kayak gitu, pusing juga mikir anak-anak PMR dah mana aku juga dikagetin obat asma yang hilang, tapi alhamdulillah cuma kebawa sama alumni jadi hatiku masih tenang nggak dapet banyak omelan. Sewaktu acara selesai, adek-adek kelas 7 dilemparin pakai air dari atas, pada teriak histeris, lucu juga sih liatnya, tadinya aku mau ikutan tapi takut baju basah jadi aku enggak jadi ikutan, selesai anak kelas 7 pulang pastama dan pmr masih tinggal ditempat nggak tau sih ngapain, tapi cuma mainan air doang, aku males ikutikutan yang begituan, tapi waktu baris aku bego banget pilih barisan paling belakang yang ada aku disiram air sama BERNARD dari belakang, dah mana disuruh duduk dibawah tau dibawah itu basah, hiiiihh gemes aku, pulang-pulang baju basah bukannya langsung ganti tapi malah mainan HP, hehe
tapi seminggu ini aku dapat banyak pelajaran dari sikap anak-anak PMR dan aku juga dapat banyak teman lagi, + banyak anak-anak yang bikin aku ketawa waktu aku dilanda stress ngurusin anak-anak PMR, hehe
untuk kedepannya aku harus bisa lebih tegas, harus bisa kasih yang terbaik dan contoh yang baik untuk anak-anak yang bakalan jadi generasi PMR tahun ini dan tahun-tahun seterusnya, semoga PMR muhi bisa menjadi yang terbaik:)
bilang "mbak, itu loh mbak ***** malah ke UKS ngajak bercanda anak-anak yang cowok" astagfirullah, apa itu sikap anak kelas 9? buat contohin kekelas 8, apa dia itu nggak sadar dulu bilang si A itu giniginigini si B itu giniginigini, eh dia malah menjilat omongannya sendiri, oke biar aku nggak emosi aku pergi lihat tingkah ***** balik ke multimedia meredam emosi, dimultimedia aku cuma diem nggak tau aku harus gimana, kenapa mereka bisa kayak gitu, pusing juga mikir anak-anak PMR dah mana aku juga dikagetin obat asma yang hilang, tapi alhamdulillah cuma kebawa sama alumni jadi hatiku masih tenang nggak dapet banyak omelan. Sewaktu acara selesai, adek-adek kelas 7 dilemparin pakai air dari atas, pada teriak histeris, lucu juga sih liatnya, tadinya aku mau ikutan tapi takut baju basah jadi aku enggak jadi ikutan, selesai anak kelas 7 pulang pastama dan pmr masih tinggal ditempat nggak tau sih ngapain, tapi cuma mainan air doang, aku males ikutikutan yang begituan, tapi waktu baris aku bego banget pilih barisan paling belakang yang ada aku disiram air sama BERNARD dari belakang, dah mana disuruh duduk dibawah tau dibawah itu basah, hiiiihh gemes aku, pulang-pulang baju basah bukannya langsung ganti tapi malah mainan HP, hehe
tapi seminggu ini aku dapat banyak pelajaran dari sikap anak-anak PMR dan aku juga dapat banyak teman lagi, + banyak anak-anak yang bikin aku ketawa waktu aku dilanda stress ngurusin anak-anak PMR, hehe
untuk kedepannya aku harus bisa lebih tegas, harus bisa kasih yang terbaik dan contoh yang baik untuk anak-anak yang bakalan jadi generasi PMR tahun ini dan tahun-tahun seterusnya, semoga PMR muhi bisa menjadi yang terbaik:)
Langganan:
Postingan (Atom)



